Welcome to my Blog

Welcome to my blog


hope you will like it ^_^

Please, Enjoy it!

Don't forget to click the like button and comment!

happy reading ^_-


Sabtu, 09 Maret 2013

You Are Love (Part 1)


You Are Love
PRANGGG!!!

“Keluar! Neo jinjja... Nappeun neom!”  

“....”

“Ppali ka!”

BRUKK!!

                         Suara banting pintu itu seperti menandakan berakhirnya perang dirumah tersebut. Rumah yang tadinya sangat rapi dan bersih itu kini sudah berantakan. Kertas, foto, buku, bahkan gelas yang baru saja pecah itu masih berserakan dilantai. Sekali lagi, yeoja itu berjongkok dan berusaha membersihkan pecahan beling tersebut, namun pecahannya terlalu kecil hingga melukai tangannya yang halus tersebut. Kini darah sudah memenuhi  sekitar telapak tangannya. Yeoja tersebut terduduk sambil memeluk lututnya dan untuk kesekian kalinya di pagi hari ini ia menangis. Kali ini tubuhnya bergetar hebat, air matanya sudah membasahi lututnya. Ia terisak keras hingga tangisannya bisa didengar namja yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.


*namja’s POV*


“Mianhae... jeongmal...”  aku tertunduk didepan pintu rumahnya. Apalagi yang bisa kulakukan sekarang? Baru saja ia bilang ia membenciku dengan alasan yang bagiku bukan salahku. Apa yang baru saja ia katakan sangat menyakiti hatiku sebagai laki-laki. Dan kini, ia menangis sangat keras. Bisa kurasakan betapa ia merasa sakit hati. Eottokhajji?


Aku melangkahkan kakiku menjauh dari depan rumahnya setelah beberapa lama aku mendengar tangisannya. Aku tidak bisa berdiri lebih lama disana mendengar tangisannya. Aku harus segera menyelesaikan ini semua secepatnya. Harus!


*POV end*


Namja bertubuh tegap itu masuk ke apartmentnya dan membanting ponsel, dompet beserta map yang dibawanya. Ia membuka kancing bajunya dan melempar kemeja tersebut ke sembarang tempat yang membuatnya kini half naked. Ia membuka ikat pinggangnya dan melemparnya ke atas sofa. Ia berjalan menuju pantry dan mengambil sebotol wine dari kulkasnya. Tanpa menunggu lama, ia langsung meneguk wine tersebut kasar sehingga winenya ada yang jatuh ke sudut bibirnya dan mengalir ke leher hingga dadanya yang bidang.

“Sudah pulang rupanya...” terdengar suara yeoja dari dalam kamar. Namja itu terperanjat dan mukanya berubah lebih muram dari sebelumnya. Yeoja itu kini sudah berada di samping namja itu dan kini ia sedang membersihkan wine disudut bibir namja tersebut dengan tangan kirinya sambil tersenyum. 

“Minggir!” namja itu menepis tangan yeoja tersebut dan meninggalkannya. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa panjangnya.

“Tidak bisakah kau bersikap baik padaku? Aku ini wanita..” ujar wanita tersebut sambil menghampiri namja yang sekarang ada didepannya. 

“Bisakah kau tidak memasuki rumah orang lain semaumu? Ini rumahku! Pergi!” 

“Shirro!”  muka yeoja tersebut berubah masam.

“Neo jinjja!”

“Wae? Aku ingin bersama dengan namja yang sebentar lagi akan menjadi suamiku! Tidak bisakah aku memasuki apartementnya? Kau ini kenapa sih? Sudah 2 minggu ini kau sangat kasar padaku!”

“Geureom mwo?” tanya namja itu santai sambil meneguk winenya lagi.

“Ya! Sebentar lagi aku akan menjadi istrimu! Apa kau akan tetap bersikap seperti ini hah? Bukankah kau yang bilang ingin menikahiku? Tapi semenjak aku bilang kita akan menikah kau mulai kasar dan sekarang tingkahmu semakin menjadi-jadi!”

“Lalu apa?! Pada akhirnya kita tetap akan menikah bukan?! Sekarang pergi dari rumahku!” bentak namja tersebut kepada wanita yang sekarang matanya sudah basah. 

Yeoja tersebut berdiri dan langsung mendekati namja yang ia cintai. Ia mendorong namjanya kesofa dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah namjanya.


PLAKKKK!

Sebuah tamparan kecil mendarat di pipi mungil yeoja tersebut. Ia begitu terkejut dan langsung duduk terdiam disamping namjanya. Matanya kini benar-benar basah. Ia menangis sambil terdiam tak percaya. Matanya mulai menatap namja didepannya.

“oppa...” ucapnya lirih disela isak tangisnya.

“Ji Kyung ah jangan coba coba melakukan apa yang seharusnya tidak kita lakukan sebelum menikah!” 

“Aku hanya ingin meciummu! Ini hanya sebuah ciuman oppa! Ciuman!”

“Hanya katamu? Aku ini lelaki, aku bisa berbuat lebih jika aku mau!”

“Aku rela! Aku rela bila oppa yang melakukannya padaku! Pada akhirnya kita akan menikah bukan? Asalkan aku menjadi milikmu, Kim tae jun!”

*Tae jun’s POV*

“Aku rela! Aku rela bila oppa yang melakukannya padaku! Pada akhirnya kita akan menikah bukan? Asalkan aku menjadi milikmu, Kim tae jun!”

Kata-kata itu, benar benar membuatku frustasi. Aku tidak mungkin menciumnya. Aku tidak bisa mencium yeoja yang tidak aku cintai. 

“Bodoh...” hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulutku. Aku tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya. Sudah lama aku menantikan pernikahan ini. Dengan semua jerih payahku, aku tidak mungkin berhenti hanya karna hal sepel seperti ini. Aku harus pertahankan kerja kerasku selama ini.

“Oppa, jika kau benar-benar mencintaiku, jika kau benar-benar menginginkan pernikahan ini, buktikan padaku. Hanya sekali saja. Jika oppa mau mundur, aku bisa membatalkan semua diantara kita sekarang juga.” Ji kyung benar-benar berfikir tentang ciuman itu. Apa yang harus aku lakukan? 

“Aku tidak bisa” ucapku dingin. Aku masuk ke kamarku mengambil tasnya yang tergantung disamping lemari. Aku mendekatinya juga menarik lengannya kedepan pintu apartementku. “Ayo kuantar kau pulang. Appamu pasti khawatir”

“Oppa benar-benar tidak ingin menikah denganku ya?” tanyanya sedih setelah ia menepis tanganku. Matanya membulat dengan ekspresi sedih diwajahnya. Ia menatapku lekat seakan menunggu jawaban. Aku menghela nafasku dalam-dalam. Chae rin ah, mianhae. 

Aku maju selangkah agar bisa lebih dekat dengannya. Aku memegang bahunya dan menariknya dalam pelukanku. Kali ini, pertama kali selama 3 bulan masa pacaran kami, aku memeluknya walaupun dengan berat hati. 

“Aku sangat menginginkanmu berada dipelaminan bersamaku” ucapku berbohong.  Ji kyung memelukku erat, menghilangkan jarak antara kami berdua. “Buktikan padaku,oppa...” ia melepas pelukannya dariku. Ia menatapku seakan meminta penegasan.

Kutarik dalam dalam nafasku dan menghelanya. Kudorong pelan tubuhnya ke tembok. Tangan kananku menekan dinding sedangkan tangan kiriku sudah berada dipipinya yang merah merona. Ku pejamkan mataku dan CUP aku menciumnya. Bibir kami bersentuhan selama beberapa detik. Tidak ada yang terjadi lagi. Hanya bersentuhan. Sepertinya bukan ciuman seperti ini yang ia maksud. Bisa kurasakan ia menghela nafasnya pelan. Aku melepas ciuman itu dan menatapnya.

“Gomawo, aku rasa ini sedikit mengembalikan kepercayaanku pada calon suamiku” ujarnya tertunduk. Aku tahu betul apa yang ia maksud. Aku sudah cukup melewati batasku. Aku harus segera mengirimnya pulang atau aku akan terkekang dirumahku sendiri karna wanita ini.

*POV end*

“Masuklah...” ucap tae jun dari dalam mobilnya.

“ne... gomawo sudah mengantarku oppa...” ucap Ji kyung sebelum ia turun dan berdiri di depan pintu rumahnya. Ia melambaikan tangannya sambil tersenyum lembut. Tae jun melambaikan tangannya lalu langsung melajukan mobilnya. 

Ia kemudikan mobilnya cepat hingga akhirnya melambat didepan sebuah rumah. Rumah yang baru saja pagi tadi ia datangi. Dulu ini rumah kedua baginya, setidaknya sebelum pertengkaran yang terjadi pagi tadi. Ia mematikan mesin mobilnya dan turun menuju rumah tersebut. Baru beberapa langkah, ia mendengar sebuah suara yang sangat familiar dikupingnya. Ia bersandar pada tembok rumah tersebut dan menutup matanya. Lantuanan nyanyian dari pemilik suara tersebut sangat menyakiti hatinya.

niga bogo sipeo jyeodo
 Even when I miss you
niga deo saenggag nado naneun gwaenchana

Even when I think of you more
naneun gwaenchanha naneun gwaenchanha 

 I am alright, I am alright, I am alright
niga haengboka damyeon nan 

 If only you are happy

Tanpa ia sadari air mata jatuh dari sudut matanya. Hatinya begitu rapuh kali ini. Ia terduduk dan tertunduk.

“Chae rin ah... nan, haengbokhae anniya... jinja...” ucapnya pelan sambil menghapus air matanya. Ia lalu berjalan ke taman depan rumah itu. Ia berdiri tegap dan menatap lekat ke arah yeoja yang sedang bernyanyi di balkon tersebut. Ia mengambil nafasnya dan berteriak kencang

“Chae rin ah! Ige Naya! Dengarkan aku! Nan, haengbokhae anniya... jinja...” 



To Be Continued...

Where At (Bad Guy Ost) Lyrics - Mi (Han-Rom-Eng)



>Song:
어디에 (Where) – λ‚˜μœ λ‚¨μž (Bad Guy) OST
By: Mi (
미 (美)) Hangeul
λ‚΄κ²Œ μ°Ύμ•„μ˜¨
λ‚΄κ²Œ μ°Ύμ•„μ˜¨
λ‚΄κ²Œ μ°Ύμ•„μ™”λ˜ μ‚¬λž‘μ€
어디에

λŒμ•„μ˜¬κΊΌμ•Ό
λŒμ•„μ˜¬κΊΌμ•Ό
말도 λͺ»ν• λ§ŒνΌ 널 μ‚¬λž‘ν–ˆλŠ”λ°
μ„œλ‘€ μ‚¬λž‘μ΄λΌ 뢈러주던 우리
μ‚¬λž‘ 말곀 λ”λŠ” ν• κ²Œ μ—†λ˜ 우리
μˆ˜μ²œλ²ˆλ„ λ„˜κ²Œ λ§Ήμ„Έ ν–ˆλ˜ 우리
어디에
λ‚˜μ˜ κ°€μž₯ μ˜ˆμœλ‚ λ“€ 속에 우린
어디에

ν–‰λ³΅ν–ˆλŠ”λ°
μ’‹μ•˜μ—ˆλŠ”λ°
말도 λͺ»ν• λ§ŒνΌ 널 μ‚¬λž‘ν–ˆλŠ”λ°

μ„œλ‘€ μ‚¬λž‘μ΄λΌ 뢈러주던 우리
μ‚¬λž‘ 말곀 λ”λŠ” ν• κ²Œ μ—†λ˜ 우리
μˆ˜μ²œλ²ˆλ„ λ„˜κ²Œ λ§Ήμ„Έ ν–ˆλ˜ λ„ˆλ¬΄ μ‚¬λž‘ν–ˆλ˜ 기얡이
μ € ν•˜λŠ˜λ„ 갈라 놓을 수 μ—†λ˜ λ„ˆλŠ”
끝내 이별 μ•žμ— 뺏겨버린 λ„ˆλŠ”
μ•ˆλ…•μ΄λž€ 말둜 μˆ¨μ–΄λ²„λ¦° λ„ˆλŠ”
어디에
λ‚΄κ°€ κ°€μž₯ μ‚¬λž‘ν–ˆλ˜ λ‚ μ˜ λ„ˆλŠ”
어디에
———-
Romanization
Nae ge cha ja on
Nae ge cha ja on
Nae ge cha ja wat deon sa rang eun
Eo di e

Do ra ol ggeo ya
Do ra ol ggeo ya
Mal do mot hal man keum neol sa rang haen neun de
Seo rol sa rang i ra bul leo ju deon u ri
Sa rang mal gon deo neun hal ge eop deon u ri
Su cheon beon do neom ge maeng se haet deon u ri
Eo di e
Na ye ga jang ye bbeun nal deul so ge u rin
Eo di e

Haeng bok haen neun de
Jo a sseon neun de
Mal do mot hal man keum neol sa rang haen neun de
Seo rol sa rang i ra bul leo ju deon u ri
Sa rang mal gon deo neun hal ge eop deon u ri
Su cheon beon do neom ge maeng se haet deon neo mu sa rang haet deon gi eo gi
Jeo ha neul do gal la no eul su eop deon neo neun
Ggeun nae i byeol a pe bbaet gyeo beo rin neo neun
An nyeong i ran mal lo su meo beo rin neo neun
Eo di e
Nae ga ga jang sa rang haet deon na rye neo neun
Eo di e
————
English translation
Which has come find me
Which has come find me
The love which had come find me
Where is it?
You will come back
You will come back
I loved you so much I couldn’t voice it out
We, who used to call each other the name of love
We, who used to have nothing more to do than love
We, who had vowed more than thousands of times
Where are we?
We of my most beautiful days
Where?
I was happy
It was nice
I loved you so much I couldn’t voice it out
We, who used to call each other the name of love
We, who used to have nothing more to do than love
The memories of our thousands of vows, when we were so in love
You whom even that sky couldn’t separate from me
You who I eventually lost in front of our parting
You who disappeared with those words goodbye
Where are you?
You of the days when I loved you the most
Where are you?

Mr. Panda


Mr. Panda

Tiffany just woke up from her sleep. She had a nice dream last night. She dreamt about her fictional prince. She was so happy just thinking of her dream. She made up her bed and took a shower. In a few minutes she was ready to go to school. Like usual, she ate breakfast with her mother, father and her younger brother. After had enough breakfast she went to her school by walking.

In the road, she felt a bit strange. The road wasn’t too crowded like usual. She continued her steps to school. But, once again she felt like there was someone who has been following  her since she out from her house. She was scared and she ran fastly to the school. Arrived at the school, she felt calm. And like that, she continued her activity in the school.

After School...

“Tiffany!!!” Amber yelled to Tiffany.

 “Eoh? What’s wrong?” asked Tiffany to Amber.

 “There is something for you...” told amber while giving a red letter.

 “From?” 

“I don’t know. However he’s a guy. He’s tall, fair skin, and...wear a cap that’s why i don’t know his face.” Described Amber.

 “Oh... really? Okay...” Tiffany replied softly because she was interested about the guy. 

“Fany.. i gotta go.. see you latter!” Amber pat her shoulder. 

“Oh! Okay... Ah, right! Thanks... for this..” said Fany. Then, Amber replied her by wink at her like a boy.

“Okay... Let’s open this...” said fany to herself as she walked towards home. She found a letter with a panda keychain. She found it cute. 

                As she arrived at her house, she went upstairs and locked her room. She sat on the bed and open the letter.

Dear Tiffany...
Hello, nice to meet you! Eventhough with just a piece of paper. I just want you to know that.. you look so cute today, you look fresh and... i like everything at you. It’s very nice to see you from a distance. I Love You.
Mr. Panda

                Tiffany was shock and happy. Is this her fictional prince in her dream last night? She can’t hide her enthusiastic feeling. And like this, she continued thinking about him....

Other Day...

KRIIIING!!!

                The bell has rang, it was break time. Like usual, Tiffany went out from the class and bought some snacks. After bought enough food,  fany, Luna and Victoria walked back to the class. Suddenly Tiffany shocked. There is a letter with panda keychain. Luna, Fany’s friend who is calm and nerd was just look for a few second and continued read her book. Victoria who was doing nothing seems interested and curious in the letter. She asked Fany but Fany don’t hear it at all.

“Ya! I ask you. What is that and from who?” Victoria stares at Fany.

“Aih.. i don’t know too...” Fany keeps thinking about her secret admirer. She opened the letter and she read the letter.

Tiffany...
Winter 2011. What are you doing that time? Did you go to the amusement park? Do you enjoy sliding there? How it feels ? is it fun?
Summer  2009. What are you doing? Play? To the beach? You look sexy with that. :p
Do you really want to know? Try to manage the hint. Good luck ^^
Mr. Panda
Again ,Tiffany confused .

One Week Later...

It’s been a week since Tiffany received the mysterious letter. She couldn’t control herself. She  kept thinking about Mr. Panda. She collected all of the letter and read it several times. She kept thinking the hint that Mr. Panda gave. She laid on the bed and close her eyes. She need to know the man that made her curious and made her heart flutter.

Next Day...

Tiffany received the 10th letter. But the envelopes was different. The colour was not red but pink. There is a letter without a keychain. Tiffany quickly checked out the letters.

Tiffany...
This is the last hint...
December 2011. Car accident and Airplane.
Do you still remember me? I miss you. Meet me at the CJ Studio.
Regards,
Mr. Panda

After schools Tiffany go to the studio. The studio was dark, she can’t saw anything except a chair with a rose on it. She sat on the chair and take the rose. Her heart was fluttering. She tried to search the Mr. Panda but she saw nothing. When suddenly there is a guitar sound playing. The lights were on and shooted the stage. The curtains opened and there was a man standing with his guitar. He smiled and began to sing a song. Tiffany was too shocked. She can’t remember who is he but she was sure that she knows him. The soong kept playing. After few minutes, the song ended.

“Tiffany... How are you?” said the man while smiling.

“Confused.... you, who are you? Do i know you?”

“so you don’t remember me? I stalked you since 2 weeks ago. ” asked the man

“What? Stalking? Why? Err...Your face is familiar but i don’t know... Who are you? ” said Fany.

                Suddenly the man walked towards Fany. He smiled and open his arms while walked. Suddenly he hugged Tiffany. Tiffany was surprised. She couldn’t even said anything.
“I am Kris... Tiffany, I’m Kris. Your childhood friend and your forever fan” said kris smiled.

“Kris? You were not going to USA since a year ago?”

“I just comeback..”          “Why? Something left?”               “yes..”
“What is it?”

“it is you. I’m here because i miss you.” Said kris.

Flashback...

“Kris!!!”
“Fany!!” two friends were playing in the hill. They played together and shared their joy. Suddenly Kris laid on the ground. Tiffany followed him.

“Do you know what date is today?” asked kris

“ Yes, today is our 6th year friendship right?” Fany shouted enthusiastic.

“Right... That’s why i want to give you something. Close your eyes.” Said kris after they sat. 

Tiffany close her eyes and waited. Kriss opened a box and there was a Panda necklace.

“From now on.. and forever, you are my truly friend,” said Kris and he smiled

.........


“Mom, what happened?”

“Kriss and his family got an accident...” Fany’s mom replied.

“What? Really?”

“Yes my daughter... Let’s go to the hospital.”

In The Hospital...

“Kris! What happened?” Ask Fany to Kris who has been crying.
 
“They said that i can’t walked and run again. My feet is injured because of the accident...”

Kris cried loudly. However, because of the accident, Kris feet injured. But, his mother took him to the USA to be cured. Like that, kris leave his best friend for almost 2 years.

Flashback end...

“Tiffany... do you remember? on summer we played sand and swam together?  On winter we played ice sliding. Right? 
And... do you know since those moments, i started to like you and started to  love you. “ Tifanny was shocked and can’t say anything.
  
“That’s why i’m here. Now, i would confess my feelings to you. I love you. Would you be my girlfriend?”

Asked kris while still hugged her. Tiffany smiled happily. “yes, i do. I do love you, and i miss you so much kris.”

“ Don’t you dare to forgot about me again, understand? My childhood friends?” asked Kris. 

“ As your wish, kris...” she hugged her Mr. Panda tightly. Mr. Panda, who is her childhood friends and now her boyfriend.