Welcome to my Blog

Welcome to my blog


hope you will like it ^_^

Please, Enjoy it!

Don't forget to click the like button and comment!

happy reading ^_-


Minggu, 09 Oktober 2011

Fragile Heart

< Minmi POV>
Sinar matahari begitu terang menembus kamarku yang mungil. Kicauan burung terdengar merdu di telingaku. Aku terbangun di pagi yang sangat cerah. Kulirik jam dinding kotakku yang ber-frame warna putih susu.
“Astaga! Aku hanya punya waktu setengah jam!” aku terkejut melihatnya menunjukkan angka 7. Aku bergegas sebelum seseorang datang menjemputku.
Namaku Minmi. Shim-Minmi. Aku seorang gadis berumur 17 tahun, yang sedang melanjutkan kuliah ku di universitas UOA, university of art. Ya, aku suka sekali dengan seni. Terutama acting dan music.
Sekarang ini aku tinggal bersama tante ku yang hanya tinggal berdua dengan anaknya yang juga sepupuku. Om ku sudah lama meninggal karena penyakit kanker. Begitu juga dengan kedua orangtuaku. Mereka meninggal karena kecelakaan mobil.
@#$%^
“Minmi, ayo mari kita sarapan bersama?” ucap Tante yang sedang mengoleskan selai kacang di atas roti.
“Ah! Tidak usah tante, aku bekal saja ya! Aku sudah terlambat.” Jawabku tersenyum.
“Baiklah, ini..” “Terima kasih tante.”
*TINN TINN*
Kudengar suara klakson mobil yang tidak asing lagi di telingaku. Itu suara mobil mercy hitam milik kekasihku, Chris. Ya, lelaki bertubuh tinggi dengan kulit nya yang putih dan senyuman khas yang selalu kurindukan. Lelaki yang sudah menjalin hubungan selama 3 tahun, sejak kami SMA ini sangat baik padaku. Bisa kurasakan suaranya memanggilku dengan indah.
“Minmi, ayo kita pergi, kalau tidak cepat-cepat bisa terlambat ke kampus.”
“Ah! Baiklah Chris!” jawabku tersenyum gembira.
“tante, aku pergi dulu..” pamitku pada tante.
Aku langsung berlari kearah kekasih tercintaku, ia mengecup keningku sebentar dan menyuruhku masuk ke dalam mobil.
@#$%^

“ Selesai jam kampus, kita pulang bersama lagi kan?” Tanya Minmi setelah turun dari mobil.
“sepertinya, aku tidak bisa” Jawab Chris tersenyum. “ benarkah? Apa kau ada urusan yang penting?”
“Mmm.. aku ada urusan dengan keluargaku. Aku harus datang. Maaf ya.”
“ o.. yasudah. Kalau begitu sampai nanti.” Minmi melambaikan tangannya lalu berbalik ke arah kampus.
Tak sanggup menahan gejolak di dada , dengan cepat Minmi langsung memeluk Chris
Dan …”bye ,I love you” ucap Minmi kepada Chris . “bye,okay.” Balas Chris –dengan nada merendahkan dan senyuman licik.
Chris menjalankan mobilnya dengan kencang. Ia bergumam, “ciih!”
!@#$

Tingtoongg…
Terdengar suara bel pulang sekolah. Murid pun keluar dari kelas. Karena hari ini aku pulang sendiri ke rumah . rasanya jadi tidak bersemangat untuk pulang ke rumah . Akhirnya aku memutuskan untuk … , menelfon chris. Dan kedua , pergi ke café untuk makan siang .
Tutttt tuttt ….. “Chris , apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku kepada Chris .”
“Aku lagi makan makan dengan keluargaku…” Ucap Chris .
“Oh .. begitu , maaf ya kalau mengganggu.hanya saja..tidak ada kamu disampingku rasanya sepi…” ucap ku dengan nada sedih .
“oh enggak kok…iya aku juga kangen kamu.sudah dulu ya,bye” jawab Chris . ia menutup telponnya dengan buru-buru.
Mukanya terlihat kesal. “sebenarnya kau itu sungguh mengganggu !”
@#$%^
Sesampainya di café
“Sepi sekali café ini..ya baguslah jadi aku tidak perlu menunggu lama .”
Ketika aku duduk di kursi café , aku mendengar suara Chris sedang tertawa . Aku mengira itu semua hanya karena aku merindukan Chris . Tapi suara itu terdengar real . Bahkan ditambah lagi suara tertawa perempuan , seperti yang sedang bercanda .
Akhirnya aku putuskan untuk melihat ke belakang . Dan ternyata itu bukan sekedar halusinasi ku saja ! tapi ini nyata ! bahkan membuat hati dan jantungku seperti remuk dan hancur, bagaikan gelas yang retak .
Aku melihat Chris bergandengan tangan dengan kakak kelasku ,Jesy! Chris bahkan sempat mencium keningnya. Betapa terkejutnya aku .

Tanpa diasadari , Minmi meneteskan air mata . “Chris?”
Minmi menghampiri Chris . “Chris, ini yang kamu bilang dengan makan bersama keluarga? Ini?” Tanya Minmi lirih.
Chris terlihat terkejut, tapi ia malah balik membentak Minmi.
“Ya! Dia keluargaku! Dia calon istriku! Mengerti?!” jawab Chris setengah berteriak.
“Apa? Tapi bagaimana bisa? Kau! Kau tega sekali berbuat ini padaku! Aku..”
“Asih! Kau terlalu banyak omong Minmi! Jelas aku tega! Apa yang aku harapkan dari gadis berpenyakitan sepertimu huh? “
“Apa? Chris, kau..”
“Aku tidak ingin punya pacar penyakitan! Kau tau? Kau itu mandul! Kau tidak bisa memberikan ku anak! Untuk bernafaspun kau kesulitan! Kau punya asma dan kau punya Gastitis yang sudah parah,dan membuatku susah …memang kau cantik. Tapi, Jesy lebih cantik!”
“…” Minmi hanya menatap Chris getir. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir merahnya yang sudah merah ia gigit untuk menahan tangisnya. Hatinya sakit bagai dicabik-cabik.
“Mulai sekarang tinggalkan aku! Lupakan aku! Aku tidak ingin melihat mukamu!”
Chris mengatakan dengan nada yang sangat tinggi. Minmi sama sekalitidak menatapnya. Ia hanya menangis sambil menunduk.
“Ayo sayang, kita pergi dari sini!” ajak Chris pada Jesy. Mereka berdua meninggalkan café itu dengan segera.
Minmi tidak dapat menahan semuanya lagi. Ia menangis sambil terduduk di lantai café. Ia memegang dadanya erat. Rasa sakit terasa dihatinya. Ia bahkan merasa putus asa. Tak dapat disangka lelaki yang selama ini menjadi kekasihnya ternyata tega begitu jahat padanya. Rasa sakit yang sangat dahsyat tidak dapat dibendung lagi. Minmi pun pulang dengan hati dan mood yang hancur .
@#$%^

Semenjak itu,sikapku menjadi sangat dingin pada orang. Aku sulit untuk percaya pada lelaki. Aku merasa hidupku sudah tidak ada tujuan dan semangat . bayangkan saja…Orang tuaku sudah meninggalkanku . Om ku juga . Kekasihku pergi dengan cara yang menyakitkan! Arrgghh . Aku merasa sedih dan hampa . Seperti gelas berdebu yang rapuh , dan tidak pernah diisi
Akhir akhir ini aku sering sakit. Yaa , bisa dibilang aku ini penyakitan . Mendadak pusing , bahkan hampir tiap hari aku pingsan . Kata dokter , aku hanya banyak pikiran.
@#$%^
“Minmi … mengapa Chris jarang menjemputmu dan main denganmu lagi? Sedang ada masalah ya sayang? “ Tanya Tante kepadaku
“Bukan kok. Bu bu kan masalah … tapi hubungan yang telah aku jalin dengan Chris selama ti ti ga tahun ini ….” –Minmi tidak sempat melanjutkan kalimatnya dan ia menangis getir.
“Eh sayang.. tidak apa-apa tante mengerti. Tante janji tidak akan menanyakan hal itu lagi. Jangan menangis” Tante memelukku erat sambil mengusapkan tangannya dipundakku.
@#$%

Hari hari kulewati . Rasanya tidak kuat hidup dikelilingi kenangan yang mengingatkanku kepada Chris .
Kebetulan, aku ditawarkan oleh kepala sekolah mengambil beasiswa ke Paris.
Tanpa berpikir panjang , aku menerima beasiswa tersebut .agar aku dapat hidup tenang .
“Tante , minggu depan aku akan pindah ke Paris , Aku akan melanjutkan sekolah disana .” ucapku
“Minmi ! tante tidak suka dengan keputusanmu . Lagipula terlalu cepat kau meniggalkan rumah ini . Tante akan kesepian sekali Minmi …” Ucap tante kepadaku dengan nada sedih dan kesal
“Keputusan sudah bulat . Minggu depan aku akan pindah ke Paris , Aku akan sekolah seni disana . lagipula tante masih punya Josh kan? Rasanya ini satu-satunya caraku agar bisa melupakan Chris tante. Kumohon..” Balasku kepada tante
“Baiklah kalau begitu tante hargai keputusanmu … jaga dirilah disana..“ Ucap tante dengan wajah sedih
Sebelum pergi . Ada satu hal yang aku inginkan . Aku berniat untuk melupakan Chris. Seperti yang dia bilang. Aku harus melupakannya. Ya, harus. Ku putuskan untuk membuang semua barang- barang dari Chris, aku membakar foto ku bersamanya. Membuang hadiah darinya, dan terakhir.. menghapus nomor ponselnya dari kontak ponselku.

Minmi menghela napas dalam. “Selamat tinggal Chris..” gumamnya sambil menghapus Chris dari kontaknya. Minmi tersenyum getir. Ia meletakkan ponselnya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ia menutup matanya.
@#$%^

Tinnn tinnnn !
“Minmi ! Taxi mu sudah datang ayo cepat beres beresnya !” teriak tante kepadaku .
“iyaa ini sudah selesai kok . tidak ada barang yang tertinggal, Minmi akan segera kedepan.” Jawabku
“Hati hati ya Minmi … Tante akan merindukanmu . Obat mu sudah lengkapkan? Ada banyak obat yang harus kau bawa .” ucap tante
“Iya . Tante aku juga akan rindu padamu . Sudah kok .. kalau begitu sampai ketemu bi..” jawabku –sambil bersalaman

!@#$%^
@ Airport
“terima kasih pak. Ini..” “Sama-sama”
Minmi turun dari taxi dan membayarnya. Ia menarik sebuah koper besar ditangan kananya, sedangkan tangan kirinya memegang tas yang ada di bahunya. Ia melihat kembali tiket pesawatnya, namun ia melakukannya sembari berjalan hingga..
BRUKKK!!
To be continued..

Tidak ada komentar: