Sincere
Love
Part 3
Doojoon
dan Ailee tengah sibuk dengan perasaan mereka masing-masing. Mereka begitu
terkejut dengan ciuman yang sangat tiba-tiba ini. Ciuman ini terjadi begitu
saja saat doojoon berusaha menangkap ailee yang jatuh saat tidak sengajanya
menabraknya. Mata mereka bertemu dan menamandang satu sama lain. Ailee yang
lebih dulu sadar dari lamunannya langsung menggerakkan tubuhnya dan mencoba
bangun. Doojoon yang sadar langsung membantu ailee berdiri dan mereka terlihat
asing satu sama lain. Doojoon membalikkan tubuhnya sambil meminum berusaha
menghapuskan keanehan yang terasa di bibirnya. Ailee juga langsung membalikkan
tubuhnya dan mengipas mukanya yang sudah memerah sejak tadi.
Gikwang yang memang ingin menjebak
doojoon dan ailee agar terlihat bersama berpura-pura pergi menjawab telfon. Ia
langsung bersembunyi dibelakang rak, setelah Sungho, laki-laki yang berada
bersama ailee tadi mendapat telfon yang sudah pasti dari Junhyung. Ia segera
mengirimi hyunseung pesan singkat untuk memberi aba-aba pada junhyung.
To : Hyunseung
Hyung! Sungho sudah menerima
panggilan junhyung hyung, dan kini aku telah meninggalkan doojoon hyung dan
ailee hanya berdua saja. Jangan biarkan sungho hyung kembali sebelum kuberi aba-aba.
*Gikwang’s
POV*
Aku sudah mengirim pesan singkatku
pada hyunseung hyung. Aku sedang melihat-lihat sedikit keadaan sekitar, yang
akan berbahaya bila ada seseorang sedang lewat dan melihat doojoon hyung dan
ailee hanya berdua. Namun, baru saja aku memutar kepalaku sedikit, ailee
terjatuh karna menabrak doojoon hyung. Sepertinya ailee kaget. Tapi, tunggu
dulu... Mwo?! Apa ini? Doojoon hyung dan ailee berciuman??
Resto disamping market...
“Junhyung,
gikwang bilang ia sudah melihat ailee dan sungho. Cepat telfon sungho hyung! “
Ucap yoseob tidak sabaran.
“Arrasso,
kalian... tunggulah dilantai atas. Kalau sudah ada tanda-tanda mencurigakan, beri
aku kode. Aku akan menunggu sunbae didepan supermarket. Nanti aku akan duduk
dimeja ujung, supaya sunbae atau siapapun tidak melihat kalian.” Jelas junhyung
panjang lebar.
Junhyung mulai menelfon sungho dan
menunggunya di depan supermarket. Tak lebih dari 5 menit sungho sudah muncul
didepan junhyung. Junhyung langsung menarik tangan sunbaenya kedalam restoran.
Sungho sempat inginkembali dan memberitahu ailee dahulu agar ailee tidak
menunggunya namun junhyung berkata hanya sebentar, karna itu sungho membiarkan
ailee berbelanja sendiri untuk beberapa menit.
Kini sungho dan junhyung sudah duduk
dan berbincang bincang. Percakapan mereka terlihat sangat seru. Sungho terlihat
lupa dengan ailee membuat junhyung semakin semangat untuk mengalihkan perhatian
sunbaenya walaupun dengan sedikit rasa bersalah dan dengan rasa rindu.
Market...
Kini kedua namja dan yeoja yang sedang
berdiri saling membelakangi hanya bisa terdiam bisu. Mereka sama-sama canggung
atas apa yang terjadi. Doojoon memberanikan diri untuk memutar badannya
menghadap punggung ailee. Namun doojoon kelihatan bingung, berkali kali ia
melihat kanan dan kiri seperti mencari sesuatu. Sesekali dia menampar halus
bibir dan pipinya seolah-olah menyalahkan diri.
*Doojoon’s POV*
Aduuuuh bagaimana sih ini? Bagaimana
bisa aku mencium bibirnya begitu saja? Aku harus meminta maaf padanya segera.
Eh? Tapi... dia membelakangiku.. aduh bagaimana sih ini.. apa harus aku panggil
dia? Eh! Tapi siapa namanya? Aku lupa! Ya ampun doojoon pabo! Gikwang kemana
sih? Lama sekali mengambil minumnya? Aish! Naega waeeee??? Aku kenapa ya
tuhannnnn??? Apa aku harus meminta maaf padanya? Iya deh, minta maaf saja. Aku
rasa pacarnya akan marah kalau aku tidak meminta maaf...
“Chogiyo...”
*Ailee’s POV*
“Chogiyo...”
suara tersebut terdengar familiar ditelingaku. Ah! Namja yang waktu itu
menemukanku sedang menangis di stasiun tv itukah?
“Chogiyo...
apa kau mendengar aku?” ia memanggilku lagi? Siapa dia? Untuk apa dia
memanggilku?
“Ya!
Masa kau tidak mendengarku sama sekali? Aku tau kau mendengarku...
Berbaliklah...” ia sepertinya mulai tak sabaran .___. Haruskah aku berbalik dan
memastikan diakah namja yang waktu itu menyuruhku berhenti menangis?
Baiklah....
“Ne...?”
*Author’s POV*
“Ne...?”
Ailee membalikkan tubuhnya menghadap doojoon. Matanya menatap doojon dari atas
sampai bawah.
“Mianhae...
tadi kita...”
“Gwaenchana...”
tanpa menunggu doojoon menyelesaikan ucapannya, ailee langsung menyela dan
pergi meninggalkan doojoon.
“Hyung!
Ini air minumnya!” gikwang datang membawa dua botol air mineral
“Ambil
minum saja lama sekali” doojoon langsung pergi kekasir tanpa menoleh ke
gikwang.
Ailee dan doojoon beserta gikwang
menuju kekasir dan membayar semua belanjaan mereka dikasir terpisah. Saat itu
ailee lebih dulu selesai dan menaikkan belanjaan yang tidak begitu berat ke
bagasi mobil. Sesaat kemudian ia kembali berdiri di depan pintu supermarket
sambil dengan kesal menelfon sungho. Pada saat yang sama doojoon dan gikwang
baru saja keluar dari supermarket dan tidak sengaja bertemu dengan ailee.
“Oh!
Ailee ya! Annyeong!” ucap gikwang. Ailee hanya membungkuk sedikit lalu
tersenyum halus.
“Belanja?
Sama siapa?” tanya gikwang pura-pura. “Eh, ne, sama...”
“Ailee
ya!” Sungho keluar dari cafe. “Oppa!” Ailee yang khawatir langsung berlari dan
menghambur ke pelukan sungho. Doojoon terkesiap melihat ailee yang berpelukan
dengan namja tegap itu langsung berdeham dan berjalan menuju mobilnya. Gikwang
yang menyadari gerak-gerik leadernya langsung mengikuti doojoon sambil berdadah
ria pada ailee yang telah mengalihkan pandangannya pada gikwang setelah
mendengar penjelasan sungho yang tiba-tiba menghilang.
@@@@
One week later...
Gikwang sedang berjalan menyusuri
hangang untuk berlari di pagi hari. Hari ini ia harus melakukan shooting
disebuah variety show sehingga ia berolahraga lebih pagi daripada member beast
lainnya. Setelah berlari selama kurang lebih 30 menit, Gikwang berhenti
sebentar disebuah coffe shop untuk menyegarkan tenggorokannya.
“Oh!
Annyeong gikwang ssi...” “Ailee?” “Ne...” Ailee tersenyum lebar pada gikwang
yang baru saja masuk dan sedang mengantri dibelakangnya.
Ailee dan gikwang kini sudah duduk
berhadapan sambil berbincang bincang sedikit. “Ailee ya, kemarin waktu kita
bertemu di supermarket... namja yang bersamamu itu siapa?” “Ah! Itu? Sungho
oppa, dia oppaku yang baru datang dari amerika, tapi hari ini dia harus kembali
karena pekerjaannya.. oppa kesini untuk menemaniku, karena aku merasa sedikit
bosan tinggal sendiri” ucap ailee dengan senyum khasnya.
“aaah...
geuraeyo? Woah... pantas saja kalian terlihat mirip... jadi, ailee ssi tinggal
sendiri rupanya...”
“Ah..
ne... hehe...” Ailee lalu meneguk cappucinonya. “Geunde, gikwang ssi... yang
kemarin bersamamu itu.. member beast yang lain?”
“Eo?
Ne! Dia Doojoon, leader kami...” ucap gikwang sambil meneguk lagi americanonya.
“Wae?
Pernah bertemu sebelumnya?” tanya gikwang jahil karena tau mereka pernah
berciuman waktu itu.
“Ah..
anni hanya bertanya..” ailee tersenyum salah tingkah. “Otte? Uri leader? Keren
tidak?” tanya gikwang penasaran. Ailee yang sedang menyedot cappucinonya
langsung terkejut dan tersedak. “Ah.. mian.. eo, doojoon ssi? Eung~ sepertinya
oke oke saja..” ucap ailee tersipu malu. Gikwangpun tersenyum mendengarnya.
“Ailee ya,boleh minta nomor ponselmu? Siapa tau aku butuh sesuatu, aku bisa
menghubungimu...”
“Keperluan
seperti apa?” “Aku rasa memberku akan mengadakan party kecil-kecilan atas
suksesnya album baru kami dipasaran jepang,sebelumnya album korea kami tidak
masuk list top 5 dijepang,namun tahun ini kami mendapat sambutan yang lebih
dari sekedar baik. Akan lebih bagus jika aku mengundangmu ke dorm kami bukan?”
“Tapi...
itu kan, partynya member beast..” “Gwaenchana... kalau hanya kami saja pasti
akan bosan... rencana nya besok jam 7 malam di dorm kami. Kami ingin mengajak
artis cube lainnya namun 4minute dan girls day sedang di jepang, sedangkan gna
juga btob pada malam itu menghadiri acara live di busan. Lagipula, ailee juga sudah seperti nunaku ya kan?” jelas gikwang panjang lebar.
“Arrassoo..
aku harap member yang lain menyukai kedatanganku..” ujar ailee sambil memberi
nomor telfonnya. “Mereka pasti suka, kau cantik dan suaramu sangat bagus.^^”
Ailee
hanya mengangguk malu. “Ailee ya, aku terlambat ke dorm, sampai ketemu besok
ya, aku akan mengirimi mu alamat dorm kami. Kau harus datang ya!” Ailee mengangguk
sambil berdadah pada gikwang yang terbirit birit keluar.
@@@
Tomorrow morning....
Pagi-pagi sekali member beast sudah
sibuk mempersiapkan keperluan pesta kecil mereka. Semua member terlihat sibuk
merapikan kamar dan dorm mereka. Ada yang mencuci baju, mengepel, menyapu,
memasak sarapan, dll. Mereka berusaha membersihkan dorm sebersih mungkin agar
Ailee nyaman berada di dorm. Doojoon dan dongwoon yang tidak tahu akan
kedatangan ailee nanti malam terlihat tidak ada di dorm. Mereka bertugas
membeli wine ataupun soju beserta makanan ringan dan keperluan lain seperti
buah dan kembang api.
“Hyung,
nanti malam kita karaoke saja yuk?” cetus hyunseung. “Waeyo? Kita kan party
disini..” tanya junhyung. “Kita tinggalkan doojoon dan ailee berdua disini...”
ujar gikwang jahil. “Ah! Benar! Kemarin disupermarket kau bilang mereka tidak
sengaja berciuman bukan? Haruskah kita memasang cctv untuk mengetahui apa yang
mereka lakukan nanti malam?” tanya hyunseung. “Apa kau yakin doojoon hyung akan
melakukan itu?” tanya yoseob polos. “Anni.. tapi kita harus membantunya dengan
soju...” Gikwang tersenyum licik. “Ei.. gikwang ah, jangan jangan kau sudah
pernah melakukannya ya? Yadong ssekali otakmu itu!” junhyung menjitak kepala
gikwang. “Anni.. aku melihatnya ditv..”Gikwang memanyunkan bibirnya. “Kalau
begitu ppali pasang kameranya.. diruang tengah, dan kamar doojoon hyung..” ucap
yoseob “Ne.. kajja!” hyunseung terlihat semangat.
@@@@
Jam 7 malam...
“hyung,
mana sojunya?” tanya yoseob 5 menit setelah mereka memulai partynya. “Ini..
doojoon memberikan sekantung soju pada yoseob. Hyunseung dan gikwang mulai
menjalankan rencananya.
“Nah.. bagaimana kalau masing-masing dari kita menuangkan soju untuk doojoon
atas keberhasilannya sebagai leader?” tanya hyunseung.
“Ya!
Hyunseung ah, kau taukan aku tidak bisa minum soju?” “Ayolah hyung sedikit
sajaa...” maknae yang tak tahu apa-apa dengan polosnya membantu hyungnya.
“Arrasso,
hanya 5 gelas ya? Setengah dari gelas kecil ini tapi...” mereka semua
mengangguk jahil. Doojoon mulai meminum satu persatu gelas dari membernya. Baru
gelas pertama doojoon sudah memejamkan matanya dan mengeluh pusing. Namun ia
tidak mau mengecewakan membernya. Ia meminum gelas kedua dan ketiga. Doojoon
yang mulai kuat meminum soju langsung mengajak membernya memakan daging yang
sudah matang. Waktu sudah berlalu setengah jam. Tiba-tiba...
TING TONG!
Gikwang
membuka pintu dorm dan mempersilahkan ailee masuk. Semua member beast terkejut
dengan penampilan ailee begitu cantik dan feminim hari ini. Ia memakai dress
casual pendek selutut. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dibahunya. Doojoon
kaget saat melihat kedatangan ailee. Ia mulai salah tingkah dan lebih diam dari
sebelumnya.
“Annyeong
haseyo... aku diajak gikwang kesini...” ucap ailee malu-malu.
“Ah!
Geuraeyo? ailee ssi, duduk disini.. kami sudah memulainya dari tadi..” ucap
junhyung yang pura-pura tak tahu dan menyuruh ailee duduk disamping doojoon.
Ailee tersenyum kepada doojoon yang tak lama membalas senyumnya.
Seluruh member beast kecuali doojoon berpura-pura
tidak tahu dan hanya merayakan party itu dengan gembira.
2 jam berlalu...
Gikwang dan hyunseung mulai
menjalankan rencananya. Yoseob yang menyadari langsung berteriak. “AAAAHHHH!
APPOOOOO!” semuanya melihat ke yoseob. “yoseob mana yang sakit?” tanya
hyunseung. “Perutkuuu...” Ailee yang terkejut hanya bisa menatap dari jauh.
“Doojoon hyung, jaga dorm ya.. kami akan membawa yoseob ke dokter sebentar, aku
rasa tadi siang dia terlalu banyak makan ddukbogi yang hyung beli..” ucap gikwang. Tiba-tiba entah darimana
junhyung langsung memegang telfon dan pura-pura berbicara ditelfon. Tak lama
kemudian.. “Doojoon ah, sebentar ya, aku mau bertemu temanku dulu di cafe dekat
sini, dia bilang ingin menyerahkan oleh-oleh liburannya.” Ucap junhyung didepan
pintu. Dongwoon yang merasa bingung berlari menghampiri junhyung. “Hyuuuuuuung
ikuuuuut.....”
Tiba-tiba suasana hening begitu saja.
Doojoon dan ailee hanya bisa bertatap mata dan tersenyum.
@@@
“Ailee
ssi, kita bertemu yang ketiga kalinya yah...” Ucap doojoon basa-basi. Ailee
hanya mengangguk malu,teringat kejadian terakhir kali bertemu dengan doojoon.
“Waktu
yang lalu disupermarket... aku.. minta maaf aku tidak sengaja... hanya saja,
aku teringat waktu kau menangis di stasiun tv itu, aku tidak tega dan tanpa
sadar aku menciummu.” Ucap doojoon yang mulai berada dibawah pengaruh alkohol.
“Ah...
ne... gwaenchana..” ailee tersenyum. “Lupakan sajalah... kan tidak sengaja..”
“Ailee
ssi... ayo, kita teruskan lagi sojunya..” ucap doojoon yang mulai ketagihan
soju.
“Ne..”
ailee hanya tersenyum senang.
Selama beberapa lama mereka tertawa,
bercerita dan menjadi akrab. Tidak terasa sudah jam 10.30 KST. Tak ada satupun
mereka yang sadar akan hal itu. Mereka kini sudah mulai mabuk. Ailee membawa
segelas soju lalu menuju balkon. “Boleh aku membukanya?” doojoon mengangguk
sambil melahap snack didepannya.
15 menit berlalu, ailee masih saja
menikmati sejuknya angin malam didorm beast. Doojoon menghampiri ailee dan
tiba-tiba memeluk ailee dari belakang.
“Doojoon
ssi...” Tanya ailee gugup “Ailee ssi.. jangan menangis lagi... aku benci
melihat wanita menangis begitu keras hanya karna lelaki yang tak
mencintainya...”
“A.. Apa
maksudmu?” “Itu pertama kalinya aku merasa kasihan semenjak 2 tahun terakhir
aku menjadi artis. Pertama kalinya melihat wanita begitu rapuh menangisi namja
yang brengsek. Aku tidak tahan melihatmu seperti itu...”
Ailee
hanya diam dan terharu. “Doojoon ssi... apa kau mabuk?” tanya ailee sambil
menghapus air mata harunya. Doojoon mengangguk lalu menyandarkan kepalanya
dibahu ailee. “Aku memang mabuk, tapi aku yakin kalau yang aku ucapkan itu
bukan karna aku mabuk, dan sebenarnya soal ciuman itu, aku menginginkannya...”
tubuh ailee menegang. Jantungnya berdetak cepat seakan ingin pecah. Doojoon
mulai melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh ailee. Ailee masih saja
membeku tak berani menatap mata doojoon.
“Ailee
ssi, Saranghae...” Doojoon langsung ambruk tertidur dibahu ailee. Ailee yang
mulai sadar langsung membangunkan doojoon. “doojoon ssi.. gwaenchana? Doojoon
ssi...”
Tak
ada jawaban dari doojoon. Ailee tersenyum dan memapah tubuh doojoon ke sofa. Ia
membenarkan posisi tidur doojoon dan menyelimutinya dengan selimut yang ia
ambil dari salah satu kamar. Ailee melihat sekilas wajah doojoon. “Wajahmu
sangat lucu saat tertidur oppa..”
DEG!
Ailee merasakan ada hal aneh dalam
hatinya. Apa yang baru saja ia katakan? Lucu? Oppa? Ailee langsung bangkit dan
membereskan sisa makanan yang berantakan. Saat semua sisanya dibuang, ailee
mencuci piring dan gelas kotornya. Tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil
namanya.
“Ailee
ya... Ailee ya...” doojoon memanggil namanya. Ailee menghentikan pekerjaannya
dan menghampiri doojoon. Doojoon terlihat tidak tenang dalam tidurnya. Ailee
yang kasihan langsung memegang tangan doojoon dan menenangkannya kembali. Ailee
tersenyum sambil membelai rambut doojoon yang menutupi matanya. Ailee mulai
merasakan tangan doojoon menggenggam tangannya erat. Tepat seperti genggaman
oppanya. Besar, hangat, dan lembut.
Tiba-tiba tanpa sadar ailee mencium dahi
doojoon seperti yang biasa ia lakukan pada oppanya. Ailee membeku tepat didepan
muka doojoon. Air mukanya berubah pucat dan kaget. Tanpa ia sadari doojoon
membuka matanya dan menemukan ailee tengah memandangnya. Doojoon memanggil nama
ailee sekali lagi. “Ailee ya...” ailee tersadar dan langsung membenarkan posisi
duduknya. Ia hendak melepaskan tangannya namun dengan sigap doojoon menarik dan
memeluk tubuh ailee. “Doojoon ssi...” “Ailee ya... saranghae.. jinsimiya...”
Lagi-lagi
ailee membeku. “N..Ne?” “apa kau masih belum mengerti? Apa kau perlu bukti?”
“Eung, kalau kau bisa membuktik...” belum selesai kalimat ailee, doojoon
langsung melumat lembut bibir ailee. Doojoon dengan lembut dan pasti melumat
bibir pink ailee yang sejak tadi menggodanya. “Eunghh...” bibir ailee tertahan
dan tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Doojoon masih melumat bibir ailee
dan menahan tangan ailee yang mencoba melepaskan sensasi bibirnya. Ailee yang
tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah dan menutup matanya. Merasa ailee
tenang, doojoon mulai melepaskan tangan ailee dan merubah posisinya menjadi
duduk. Ia mulai mengecup bibir ailee dengan sayang.
“ailee
ya.. aku benar-benar mencintaimu... bolehkah aku membuktikannya?” ujar doojoon
menatap sayang ailee sambil mengelus pipi ailee. Ailee hanya diam mengangguk
bingung. “Akan kupastikan kau menyukainya sayang...” doojoon langsung menyambar
bibir ailee dan melancarkan lumatan lumatannya yang penuh dengan cinta. Merasa
tidak mendapat respon, doojoon mulai nakal menyingkap sedikit rok ailee dan
mengelus pelan paha ailee dan membuat ailee mengerang sexy.
“Eunghh...” Doojoon
tersenyum menang dan mulai menggigit bibir bawah ailee. “Ahh!” tanpa aba-aba
doojoon melesatkan lidahnya kedalam bibir ailee dan mencari pasangannya. Merasa
menemukan lawan mainnya lidah doojoon menggoda lidah ailee mengajaknya bermain.
Ailee yang sudah tidak tahan langsung membalas ciuman doojoon dan memainkan
lidahnya dibawah kuasa lidah doojoon. Bunyi ciuman dan proses pertukaran saliva
memenuhi ruang tengah dorm.
Merasa
belum puas, doojoon mulai menyusuri setiap inci mulut ailee dan mulai melumat
kembali bibir ailee. Sesekali ia gigit bibir ailee dengan gemasnya membuat
desahan ailee keluar tak tertahan. Ailee kini mulai merasa mabuk dan terbuai
akan setiap sentuhan doojoon. Tangannya mulai melingkar dileher doojoon
sementara doojoon mulai melukiskan tanda cintanya dileher putih ailee.
Doojoon
mulai menjilat, mengecup pelan, dan membuat kissmark disana. “Ahh.. shh...
hmm...” ailee mendesah lagi akan perlakuan doojoon padanya. Tangan doojoon
mulai nakal menyusuri punggung ailee mencari-cari zipper dressnya. Ailee
menangkap tangan doojoon dan menaruhnya didepan. “zippernya didepan sini
oppa...” doojoon hanya tersenyum malu dan perlahan membuka dress ailee. Tanpa
kesulitan doojoon membuka bra merah yang dikenakan ailee.
Mata
doojoon dimanjakan oleh kedua benda ailee yang begitu bulat dan sintal. Ailee
memeluk doojoon cepat. “jangan melihat seperti itu kau mirip ahjussi pervert!”
ucap ailee manja. Ailee hanya memeluk doojoon namun dadanya menggesek dada
doojoon yang terbungkus kaos membuat libido doojoon naik. Doojoon langsung
melepaskan pelukan ailee. “Arra arra... aku langsung menikmatinya saja ya, aku
tidak tahan...” doojoon mulai mencium puncaknya, menjilat keseluruhannya dan
mulai menyusu sedangkan tangan kirinya meremas pasangan yang lain.
Ailee
yang merasa nikmat memeluk leher doojoon erat-erat dan mulai memberanikan
mengecupnya. Ailee membuat kissmark yang cukup merah disana membuat perlakuan
doojoon didadanya menguat. “Asshh aahh... oppa...” doojoon tersenyum puas akan
desahan ailee yang memanggilnya oppa. “panggil namaku chagi...” doojoon mulai
lagi mengerjai dada ailee lebih kuat dari sebelumnya. Kali ini sesuai
permintaan doojoon, ailee memanggil namanya. “Sshh,, ah... doojoon ah.. ohhh..”
Doojoon
mulai membaringkan ailee di sofa dan membuka baju serta celananya. Ia langsung
menimpa ailee dan mengerjai dada kiri ailee. Ailee menjambak kuat rambut
doojoon membuat doojoon tidak tahan akan nafsunya. Kini doojoon melepas mainan
bulatnya dan memilih bibir ailee. Ia mengecup dan melumat kembali bibir ailee.
Ciuman mereka mulai panas, doojoon tidak tahan dan langsung melepas ciuman
mereka dan menjilat leher, dada, perut dan sampai ke bagian bawah ailee.
Doojoon
membuka underwear merah ailee pelan-pelan. “Jangan permainkan aku joonie-ya..”
ucap ailee yang sudah berkeringat dan tampak tak sabar seperti doojoon. Doojoon
mengeluarkan senyuman khas nya dan langsung melempar celana dalam ailee
kesembarang tempat. “Basah chagi... benar-benar tak sabaran..”. Ia meraba-raba
miss v ailee dan mengajak berkenalan dengan jari telunjuknya, “emmhh.. Doojoon
ah.. ahh...” desah Ailee ketika Doojoon menemukan klitorisnya. Mata Doojoon
benar-benar dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indah baginya.
Ia langsung menenggelamkan kepalanya
diselangkangan ailee. Sesuatu yang basah namun nikmat dirasakan ailee. Ia
berusaha bangkit namun ia sedang kepalang tanggung menahan nafsu. Doojoon dengan
lihai memainkan lidahnya masuk kedalam lubang miss v ailee. “ahhhh... eummm...
lebih dalam lagi Doojoon....” Ailee mulai menggelinjang dan mendesah hebat
merasakan nafsu. “Mendesahlah lebih sexy chagi... dengan begitu kau akan puas.”
Ucap doojoon menyadari perasaan ailee.
Doojoon
mulai lagi menjilat, memainkan miss v ailee dan mengisap klitoris ailee.
“asshh.. ohh.. nikkkk... mmmaattthhh.. aaassshhh... “ ailee yang sudah tidak
sabar mendorong kepala doojoon dengan kakinya untuk mengerjai miss v nya lebih
dalam. Doojoon menjilat dan memainkan dalam dan menggelitik dindingnya agar ailee
lebih bernafsu. Kini desahan ailee sudah tak tertahan lagi. “opp..pppaaaa...
akk..uuuhh.. sshh mau kell..uu.. arrr.. ash”. Ia mengeluarkan orgasme
pertamanya. Doojoon langsung menjilati cairan ailee.
Doojoon
merasakan sesak dibawah. Ia dengan cepat membuka celananya dan menyuruh ailee
untuk berbaring diatasnya dengan posisi 69. Ailee terkejut melihat junior
doojoon untuk pertama kalinya. “aku harus apa?”
“Mainkan semaumu..” jawab
doojoon sambil memasukan jarinya ke dalam lubang miss v ailee. Ailee yang
merasakan lagi sensasi dibawahnya mulai tidak tahan dan menggenggam junior
doojoon dan meremasnya kuat.
Doojoon
yang merasakan servis pertamanya mulai mengerjai miss v ailee lebih dalam. ailee
yang tengah bereksperimen dengan barang kesayangan doojoon. Ailee memijit pelan
dan mulai menjilat ujungnya. Merasakan tak ada bahaya ailee bereksperimen lagi
dan memasukkan lebih dalam junior doojoon kemulutnya. Ailee menjilat-jilatnya
bagai lollipop dan meremaskan twins ballnya keras. “Ouuh.. that’s right baby..
yeahh,, ahhh....,” desah doojoon yang tambah semangat mengerjai miss v ailee
yang kini mulai mengeluarkan orgasme keduanya.
Mendengar
perkataannya Ailee pun semakin dalam memasukan junior doojoon didalam mulutnya
sampai ia sedikit tersedak. “ahhh... ak... kuhh... akan... ke.. lu... arr..
ahhh...” desah doojoon ketika cairannya keluar di dalam mulut ailee. Dengan
cepat ailee segera menelan semua cairan doojoon di dalam mulutnya.
“kajja
yeobo.. aku sudah tidak tahan..” kata doojoon sambil merebahkan tubuh ailee di
ranjan. “apa itu akan sakit sekali?” tanya ailee dengan penuh rasa cemas
“tenang saja.. aku akan memasukannya dengan perlahan” jawab doojoon sambil
mencium kening ailee. “percayalah padaku..” sambung doojoon sambil merentangkan
kedua kaki ailee.
Ailee
langsung menggenggam kedua tangan doojoon dengan kuat ketika doojoon mencoba
memasukan juniornya ke dalam lubang miss v ailee secara perlahan , “AAKHHH!!!
APPO!!!” jerit ailee sambil menguatkan genggamannya
Doojoon
pun mencoba memasukan juniornya ke dalam lubang miss v ailee lagi namun dengan
sedikit dihentak, saat
itu juga ailee langsung menarik kepala doojoon dan melumat bibir doojoon untuk
menahan rasa sakitnya
JLEB!
Doojoon
pun berhasil memasukan juniornya dengan sempurna ke dalam miss v ailee. Ailee pun menitihkan air matanya,karna
merasakan sakit. ia
tidak bisa berteriak karena ia sedang menghisap bibir doojoon. Melihat ailee
seperti itu doojoon
merasa tidak tega dan mendiamkan juniornya di dalam miss v ailee untuk beberapa
saat.
“ayo..
oppa.. aku sudah tidak apa apa” kata ailee sambil tersenyum. Doojoon pun segera
memaju mundurkan juniornya dengan perlahan.
“ahhh....
emmhh.. shhh..” desah ailee ketika doojoon mulai memaju mundurkan juniornya di
dalam miss v-nya
Melihat
payudara ailee bergoyang akibat genjotannya, doojoon segera meremasnya dengan
lembut dan mempercepat dorongannya.
“shhh...
ini... nik.. mat... op.. pahh...” desah sexy ailee ketika doojoon meremas kedua
payudaranya
Doojoon
pun mencium dam melumat bibir ailee. “ahh... shh.. inihh... be.. gi.. tuhh...
nik... mathhh... doojoon ah...” desah Ailee yang merasakan seluruh perlakuan
doojoon ke seluruh organ intimnya dan terlihat begitu menikmatinya
“akuhhh....
akan... keluarhhh.. ahhh... shhh.... oppahh....” desah ailee ketika cairannya
keluar
Tiba
tiba gerakan doojoon meliar dan tidar terkendali, ailee yang merasakar junior
doojoon begitu cepat di dalam miss v-nya segara mencengkrang kedua tangan
doojoon
“ahhhh....
ailee ahhh..... shhhh.....” Desah doojoon yang masih asik mencumbu ailee.
"Ailee ohhh! Aku kelluuuarrhhh sshhh..." Kali ini doojoon
menghentakkan juniornya dalam satu hentakkan. Akhirnya
cairan mereka
bersatu di dalam rahim ailee
Merasa
belum puas doojoon segera menyuruh ailee untuk mengganti
posisi menjadi Woman
On Top
Ailee
pun memasukan junior doojoon ke dalam miss v-nya secara perlahan
“ahhh...
doojoon ahh... shh...”
Ailee
mulai menaik turunkan badannya secara perlahan, doojoon pun juga ikut membantu
ailee menaik turunkan pinggul ailee
“ahhh...
inihh.. nikmathhh... sayanghhh...” tangan jail doojoon segera meraih payudara
ailee yang menganggur dan meramasnya
“sshhh...
doojoon ahh....” desah ailee yang tetap menaik turunkan pinggulnya
Tiba
tiba doojoon menaik turunkan pinggulnya begitu cepat dan membuat ailee sedikit
terkejut
“akhh....
sshhh... mphhh... doojoon ahhh... inihhh... nik.... mathhhh...”
Doojoon
pun menguatkan remasannya pada payudara ailee sambil tetap menaik turunkan
pinggulnya dengan cepat
“arghhh...”
teriak ailee seketika
Doojoon
segara berhenti menaik turukan pinggulnya
“lanjutkan..
ahh.. ailee.. ahhh..” katanya doojoon sambil mengatur nafasnya
Mendengar
perkataan doojoon, ailee segera menaik turunkan pinggulnya
lagi.
Doojoon
memeluk ailee dari belakang dan menjilat telingan ailee bermaksud membuat ailee
lebih bergairah
“eumhhh...
doojoon ahhh... ituhh... nik.. mathh...”
“doojoon
ahhh.. akhh.. kuhhh.. ak... kanhhh.. ke... luar.. ahhhh..” desah ailee diikutin
dengan keluarnya cairan kental dari miss v-nya.
Merasakan
cairan ailee sudah keluar doojoon segera menaik turunkan pinggulnya begitu liar
tidak terkendali.
“arghhh....”
akhirnya cairan doojoon keluar dan menyatu dengan cairan ailee. namun karena
begitu banyaknya cairan cinta mereka didalam rahim ailee, ada sedikit yang keluar dari miss v ailee.
Ailee
segera memutar tubuhnya dan menghadap doojoon tanpa melepaskan junior doojoon
dari miss v-nya.
Doojoon
pun segera menghapus keringat di kening ailee lalu tersenyum dengan lembut. "Gomawo
ailee ya... Saranghae.. " Doojoon mengecup sayang bibir dan kening ailee.
Ailee pun mencium bibir
doojoon. "Nado gomawo... Nado..
Saranghae..." Ucap ailee malu-malu. Doojoon tersenyum lembut pada ailee.
"Kajja kita tidur, kau pasti lelah kan chagi?" Ajak doojoon. Ailee bangun dan melepas kontak organ
intimnya dengan junior doojoon. Doojoon yang bingung langsung mengikuti ailee
bangun. "Waeyo chagi?" Ailee
memungut pakaiannya dan pakaian doojoon. "Kita mandi dulu baru tidur...
Kalau membermu datang melihat kita naked bagaimana?" "Ah! Iya...
" Doojoon tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak
gatal.
Merekapun mandi bergantian. Ailee yang sudah terlebih
dahulu selesai mandi langsung meneruskan pekerjaannya yang tertunda. Selesai
membereskan ruang tengah ailee duduk di kamar doojoon sambil melihat-lihat isi kamar doojoon yang tertata
rapih. Ia menyalakan dvd player yang memutar permainan piano yiruma. Ia
membaringkan tubuhnya dikasur doojoon.
Ailee sangat suka lagu kiss the rain yang kini tengah
terputar di dvd player milik doojoon. Tanpa sadar ailee tertidur diranjang
doojoon saat menikmati permainan yiruma. Doojoonpun keluar dari kamar mandi
berbalut sehelai handuk. Ia melihat ailee yang sudah tertidur lelap
diranjangnya. Doojoon tersenyum dan mengganti pakaian.
Beberapa menit kemudian doojoon sudah berbaring
disamping ailee. Doojoon memandangi wanita yang ia cintai. Ailee begitu nyenyak
dalam tidurnya membuat doojoon menganggap muka ailee begitu lucu. Doojoon
mengecup lembut kening, hidung dan bibir ailee. "Jaljayo... Nae
sarang..." Doojoon memasang ear phonenya dan mulai menulis sebuah lirik
lagu.
Beberapa menit sudah berlalu,tanpa ia sadari member
beast sudah datang ke dorm. Mereka masuk secara pelan-pelan dan yoseob yang
sekamar dengan doojoon kini sedang mengintip leadernya. Mereka yang penasaran
ikut mengintip doojoon dan ailee.
Ailee tampak terganggu dalam tidurnya, tubuhnya
bergerak. Doojoon yang menyadari hal itu langsung melepaskan earphone nya dan
mengelus rambut ailee. Ailee tampak nyaman dengan sentuhan doojoon.
Kali ini
doojoon berbaring menghadap ailee. Ailee yang masih tertidur tidak sadar
mendekatkan tubuhnya pada doojoon dan mulai tenang lagi. Doojoon tersenyum dan
mengecup kening ailee lagi. Ailee sekarang lebih terlihat seperti malaikat
kecil yang lucu. Doojoon memeluk erat ailee dan akhirnya tertidur.
Member beast yang lain tertawa tertahan melihat
doojoon. Rencana mereka untuk mendekatkan doojoon dan ailee kini berhasil.
"Sudah kubilang kan mereka saling
menyukai..." Ucap gikwang yang merupakan orang ketiga.
"Ne! Sebentar lagi aku punya kakak ipar yang
cantiik.. Wuaaah!" Ucap dongwoon girang. Junhyung memukul kepala dongwoon
dengan gulungan kertas. "Biasa saja dongwoon ah~ tidak usah berteriak
gitu.. Nanti mereka bangun.. Kajja kita tidur juga"
To Be Continued........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar