Matahari terbit di ufuk timur, menembus ruangan dan menyilaukan mata. Membangunkanku dari tidur lelapku. Aku melirik handphoneku menunjukkan jam 06.37. Kumiringkan kepalaku dan melihat sepupuku masih nyenyak dalam tidurnya. Ini adalah liburan, karena itu aku menginap di rumah sepupuku Raisa yang akrab disapa Isa. Sedangkan mama, papa dan Vio adikku menginap di rumah nenek.
Aku mengusap mataku dan bangkit dari terbaring. Ku ikat rambutku dan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Tiba-tiba tante mengejutkanku dengan suaranya yang memecah keheningan.
“Salma, udah bangun?” Tanyanya dari ruang tengah. “Hmm..” Anggukku sambil tersenyum kearahnya.
Ia beranjak dari sofa dan berhenti di depan kamarnya. “Tadi mama telfon, katanya mau ngajak ke PVJ main ice skating. Tapi harus pagi-pagi. Isa nya belum bangun? Bangunin gih!” jelasnya.
“Ooo.. Yaudah aku bangunin Isa dulu atuh..” Ucapku tak lama sebelum aku kembali ke kamar sepupuku. Aku naik ke tempat tidur dan menggoyangkan badannya pelan. “Saa.. bangun doong..” Ucapku.
Kulihat sepupuku mulai membuka matanya dan mengacak rambutnya. “Bangun.. Mama papa aku mau ngajak ke PVJ tuuh.. Yuk!” Ajakku.
“Hah? Ke PVJ? Mau main apa?” Tanyanya. “Ice skating.. Mau gak?” Rayuku. “Wah? Mau!!!” Tukasnya setengah kegirangan.
“Yaudah atuh cepet mandi…” aku tersenyum lalu beranjak ke kamar mandi.
***
“Waah.. Udah siap nih gadis-gadis?” Tanya mamaku yang mengintip aku dan sepupuku bersiap-siap. “Udah atuuh.. Bi Teuis bilang suruh pagi-pagi..”Jawab Isa dengan muka polos. Mama tertawa lalu meninggalkan kami dikamar. Terdengar ia berbincang dengan tanteku yang biasa kupanggil Ua.
“Eh Sal.. Kita teh mau ke PVJ main Ice skating doing? Abis itu mau kemana?”Tanya Isa penasaran. Aku yang sedang asik membaca hanya mengangkat kedua bahuku. “Ayo.. nanti keburu macet. Jalan ke atas kan macet.” Ajak papaku. Kami langsung turun dan naik ke mobil.
***
“Whoaa!! Keren pisan atulaaah tempatnyaaa..” Seru Isa dengan logat sundanya. Aku terkekeh pelan sambil mencubit pipinya.
”Ayo masuk” Ajakku padanya.
Tidak heran Isa bisa berseru seperti itu. Tempat ice skatingnya benar benar nyaman. Suasana dan udara dingin langsung menyapa ketika kami memasuki langkah pertama di pintu arena skate. Arenanya tidak terlalu besar, tapi kurasa ini cukup nyaman.
Aku tersenyum gembira. Ini adalah pengalaman pertamaku bermain skate. ‘Pasti akan menyenangkan!!!’ Gumamku dalam hati.
“Ayo sanaa cepet masuk” Suara mama membuyarkan lamunanku.
Aku langsung masuk dan memberikan tiketnya pada petugas tiket. Vio dan Fafal sepupuku yang lain sudah melewati penjaga terlebih dulu. Raisa, yang terlalu kegirangan langsung menarik tanganku dan berlari ke tempat penyewaan sepatu skate. Kami bertiga telah mendapatkan sepatu yang pas. Ice guard yang berada diluar arena mengajari dan membantu memasangkan sepatu skate kami.
Setelah semua persiapan selesai, Isa langsung menarikku mendekati arena skating. Kursakan jantungku berdetak lebih cepat. Keringat mengalir dari pelipisku. Kutarik resleting jaketku lebih tinggi. Isa yang menyadarai hal itu tersenyum dan menyemangatiku.
“Ayo.. Gausah takuut..jangan di rem-rem.. Kalo udah ada diatas esnya mah ya.. ngeluncur sendiri daa.. Sok aja cobaiin..” Jelasnya sambil mengulurkan tangannya.
Aku tersenyum. Ku ulurkan tangan kananku padanya sedangkan tangan kiriku berpegangan pada tiang pegangan disekeliling arena. Perlahan aku mulai meluncur di atas arena skating dan mulai berjalan sendiri sambil berpegangan pada tiang.
“Sal sok cobain geura.. Enakeun pisan daa kalo udah meluncur maah.. Jangan di pinggir wae atuuh.. “ Ucapnya sambil meluncur dari seberang arena. “Hmm.. Tapi bantuin ya..” Aku nyengir sambil memegang tangannya.
Pada awalnya aku masih takut dan berpegangan. Luperhatikan orang orang disekitar arena memainkan kakinya diatas es. Kaki mereka yang lentur meluncur sangat lembut diatas arena skating. Terlihat beberapa dari mereka yang sudah mahir melakukan beberapa gerakan seperti balet dalam tutu-nya lalu menari diatas lantai super licin ini.
Aku menarik nafas panjang lalu ku jaga keseimbangan tubuhku diatas sepatu skate. Aku mulai meluncur pelan. Aku terus menerus meluncur. Tanpa disadari aku sudah terbiasa meluncur walaupun belum mahir. Bahkan seringkali aku jatuh hingga bajuku terasa basah karena arena yang terbuat dari es. Namun setidaknya aku mulai menikmati permainan ice skating ini.
***
“Saaal…” Isa memanggilku sambil meluncur. Aku memegang tangannya namun ia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Kami mulai bergoyang sampai akhirnya…
DUKK!!
Kurasakan kepalaku membentur arena es yang keras tersebut. Semuanya terasa gelap. Seperti tiba-tiba otakku di matikan untuk beberapa saat hingga yang kuingat seperti aku terbaring di rumah. Butuh beberapa detik sampai aku mulai menyadarkan diriku kembali dan mendengar suara arena. Beberapa saat kemudian terdengar seruan sepupuku yang sangat kukenali suaranya.
“Sal.. Sal.. gak apa-apa?” suaranya terdengar khawatir. Aku mulai membuka mataku dan beberapa ice guard sudah mengelilingiku.
“Bangun dulu.. kalo gak kuat berdiri gak usah berdiri.. duduk aja dulu dek..” Ucap ice guard lelaki yang membantuku bangun. Aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih. “Makasih mas.. gak apa apa kok..”
“Sal.. gak apa apa kan? Iih maaf yaaa…” ucap Isa merasa bersalah. Aku tersenyum sambil bangun dari duduk. “Gak apa apa sa…” Ucapku sambil menggosok kepalaku.
“Sakit ya? Pusing gak? Mau udahan aja mainnya?” Tanyanya cemas. “Gak.. Yuk main lagi.. Gak apa apa kook..” Ucapku tersenyum. Terdengar ia menghela nafasnya lega. Kami bermain ice skating lagi.
***
3 jam kemudian…
“Sa.. udahan yuuk.. capeek..” Ucapku sambil memukul kakiku yang terasa pegal. “Oh yaudah.. aku panggil Vio sama Fafal dulu ya..” Ucapnya lalu pergi.
Kami melepas sepatu skatenya dan mengembalikannya pada penyewaan sepatu. Kami keluar dan bergabung bersama papa mama dan tanteku di kafe sebelah arena skate tersebut. Kami beristirahat sambil memesan makanan karena lapar. Kulihat jam tangan menunjukkan pukul 05.30.
“Wah! Udah soree.. Gak kerasa..” ucapku. “He-eeh itu kamu yang maen.. Mama mah bosen nungguin kalian maen..” Ucap mama sambil menjulurkan lidahnya. Isa tertawa “Biar wee atuuh.. Ngajak maen inii.. Liburaan..” Balas Isa menjulurkan lidahnya. Kami tertawa bersama. Tak lama setelah itu pesanan kami datang.
***
“Waah benjool..” Isa yang sedang memainkan rambutku menyadari kepalaku yang membenjol karena benturan tadi.
“Sini diobatin dulu..” Ucap mama sambil membawa botol minyak.
“Hahahah… benjol nya gede euy.. Ga sakit gitu?” Tanya Isa
“Gak.. Cuma pusin aja pas kejeduk nya..” Jelasku. Mama terkekeh “makanyaa mainnya hati-hati..” Mama beranjak keluar kamar
“Biarin ajaa yang penting Happy..” Gumamku sambil tersenyum.
Permainan ice skating nya benar benar seru! Walaupun awalnya aku tidak bisa tapi akhirnya sedikit demi sedikit aku mulai belajar. Walaupun berkali kali jatuh tapi aku tidak perduli. Pengalaman ice skating pertamaku benar benar mengesankan.
***
Welcome to my Blog
Welcome to my blog
hope you will like it ^_^
Please, Enjoy it!
Don't forget to click the like button and comment!
happy reading ^_-
hope you will like it ^_^
Please, Enjoy it!
Don't forget to click the like button and comment!
happy reading ^_-
Sabtu, 09 Maret 2013
Sincere Love (Part 1)
Sincere
Love
“ Can’t you see me? Can’t your hear my heart? I’m right here, I’ll be waiting I need it to be you Though it hurts, I smile Though I smile, I cry Because among the many people in this world I could only see you ”
Background Song: * I’ll wait for you – Seohyun & Closer – Taeyeon
Seorang
yeoja sedang duduk di sebuah cafe dengan earphone di kedua kupingnya. Ia terlihat
serius membaca buku ditangannya sambil sesekali, kepalanya bergerak pelan
mengikuti irama musik yang terdengar di kupingnya. Sekali lagi, ia meneguk
cappuchino favoritnya untuk menghilangkan dahaga. Seketika kegiatannya
terganggu oleh kedatangan yeoja yang sekarang sudah duduk di depannya sambil
tersenyum padanya.
“Ailee-ya...
aku mencarimu kemana-mana, tapi mereka bilang kamu tidak ada di tempat
shooting. Aku baru saja mau menelfonmu tapi JB bilang ‘eommanya’ pasti sedang
disini membaca buku. Langsung saja aku kesini. Rupanya benar...” Celoteh yeoja
berambut panjang dan bertubuh sexy tersebut.
Ailee tertawa ringan sambil melepaskan sebelah
earphone-nya, lalu memberi batas pada bukunya lantas memasukkan bukunya ke
dalam tas hijau muda yang sesuai dengan warna bajunya saat ini. “Geuraeyo...
JB... Anak itu tau saja ‘eommanya’ ada dimana.” Jawabnya singkat. Ia melihat
sekilas jam tangan bulat berwarna hijau tosca bermanik kristal disekitar
bulatannya. Ia mengangkat alisnya sedikit terheran. Lantas ia meneguk habis
minumannya yang tinggal sedikit.
“Waeyo? Jadwal shooting masih lama bukan?
Kenapa hyorin mencariku? Ada apa? Ada sesuatu?” bibir mungilnya melontarkan
runtunan pertanyaan. “Anni... aku cuma ingin mengajakmu latihan dance bersama.
Jadwal hari ini kan kita shooting tentang dance. Aku rasa aku sedikit lupa beberapa
gerakannya...” “Benarkah? Kalo begitu... Ayo! Kita latihan bersama JB dan yang
lainnya.” Ailee langsung berdiri menarik tangan hyorin dan tangannya yang lain
menarik tas kecilnya ke pundaknya.
@@@
1.2.3. Action!
Ailee,Hyorin
dan yang lainnya sedang menari diatas panggung yang sengaja dirancang sebagus
mungkin agar tampilan di film tersebut terasa lebih nyata. Lantunan musik yang
cepat membuat mereka berempat terlihat bersemangat menggerakkan tubuh mereka
sesuai koreografi yang telah diberikan. Meskipun pada bagian ini hyorin sendiri
harus beracting seolah-olah suaranya habis, namun wajahnya terlihat tenang
karena pada tahap ini, Ailee yang akan membantu menyanyikan lirik selanjutnya.
Cut!
Sutradara
dari drama tersebut menghentikan proses shooting. Ia memanggil keempat idola
tersebut untuk menonton hasil acting mereka dilayar. Sutradara tersebut
nampaknya puas akan hasil tersebut. Ia mempersilahkan keempat idol tersebut
mengganti pakaiannya dan beristirahat. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi
Ailee karna tepat setelah shooting, ia harus menghadiri beberapa acara live di
stasiun TV.
Ruang istirahat...
“Ailee
ya... Actingmu tadi bagus... wajahmu terlihat lucu...” Ujar Hyorin yang sedang
menyisir rambutnya sambil tertawa ringan. “Gomawo... aku rasa aku masih perlu
banyak belajar acting. Terutama pada JYP Sunbae...” Ujar ailee sambil memakai
sepatu berhak pendek berwarna abu. “Eommaaa.....” Seketika JB masuk membawa
kotak. “Aigoo... kenapa kau harus memanggil Ailee eomma sih?” Hyorin yang
penasaran langsung menatap heran JB. “Karna aku ingin... wlee...” JB yang iseng
menjulurkan lidahnya pada hyorin sambil duduk di samping Ailee. Hyorin terlihat
sedikit kesal langsung mengalihkan pembicaraan. “Apa yang kau bawa?” Tanya
hyorin pada JB. “Oh! Ini... ada ddokbogi dari jiyeon. Dia bilang T-ara ada live
perform jadi tidak bisa ikut makan bersama kita. Sora nuna juga langsung pergi
ke rumah suaminya alias leeteuk sunbae. Ayo kita makan bertiga saja. Yang lain
sudah makan ini tadi.” Jelas JB.
Ailee tersenyum sambil mengambil
sumpit yang diberikan JB. Ailee melahap ddokbogi pedas tersebut ke mulutnya.
Setelah suapan ketiga ia langsung meletakkan sumpitnya lalu buru-buru meminum
air mineral. Ia mengaitkan tas kecilnya ke pundak sambil menepuk kedua teman
shootingnya tersebut. “Aku ada jadwal lagi. Nan monjo ka, ne?” Ucapnya sebelum
ia keluar dan berjalan cepat keluar Kirin School. Ia menaiki mobilnya dan
langsung menuju tempat acara tersebut.
@@@
“Ya! Leader... kajja! Kita makan dulu
sushinya... masih hangat... kalau tidak makan nanti dancenya tidak semangat...”
Ucap salah seorang namja yang tengah duduk bersama kawan-kawannya di sofa.
Orang yang dipanggil leader tersebut tersenyum lalu beranjak dari depan laptop.
Ia memberikan setumpuk foto pada rekan segrupnya tersebut. “Aku sudah memilih
fotoku yang bagus. Kalian pilihlah foto kalian sendiri, sisanya masukkan ke
album foto di dorm.” Ucapnya lalu melahap sushi yang tergulung indah dengan
balutan alpukat potong beserta taburan telur ikan berwarna merah mengkilat yang
sudah pasti menggoda untuk disantap.
“Kalian
bersiap siaplah... 10 menit lagi kita memulai acaranya. Pastikan kostum dan
make up kalian tidak berantakan. Dan pastikan mikrofon kalian menyala sebelum
kalian naik panggung...” “Arrasseo hyung...” jawab salah seorang member boyband
tersebut pada seseorang yang ternyata manager mereka.
@@@
“Beautiful night Song played”
Sorak sorai para fans yang begitu
meriah melukiskan senyum bahagia di setiap membernya. Mereka bernyanyi dengan
sungguh sungguh dan menggerakkan badan mereka selentur mungkin dan semangat
mereka melepaskan jutaan aura bagi fans mereka. Jantung mereka berdegup cepat
mendengar nama mereka dipanggil para fans seiring deru nafas mereka yang
terpacu cepat karna lelah. Begitu juga tiap tetes keringat yang membasahi
pelipis mereka mengukir kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
Lantunan
lagu bertempo cepat ini berakhir. Mereka melemparkan sejuta senyum dan ucapan
terimakasih pada fans mereka. Lalu mereka keluar dari stage yang begitu terang
dan berkilauan.
Backstage...
Seorang namja sedang menuruni tangga
stage dan mengelap keringatnya, namun sudut matanya menangkap sesosok wanita
yang kini tengah berdiri tersenyum kepada rekannya yang baru saja turun dari
panggung bersamanya. Tangannya terpaut satu sama lain sedangkan kakinya
meloncat kecil tanda ia gugup. Beberapa penari latar telah berdiri di
belakangnya. Kini yeoja tersebut sedang menaiki tangga dan memulai aksinya.
@@@
“Heaven song played”
Seorang namja berperawakan tinggi duduk
di sofa sambil memandang TV yang kini menayangkan acara live. Ia memperhatikan
yeoja yang sedang bernyanyi diatas panggung yang baru saja ia naiki tersebut
lekat-lekat.
“Hyung...
Waeyo? Kenapa serius gitu mukanya?” Tanya rekan segrupnya yang kini sedang ikut
melihat TV dan dirinya bergantian. “Geu yeoja... nuguya?” Tanya namja tersebut
yang kini menatap rekannya. “HYUNG!” Pekik rekannya tersebut heran. “Ah! Jinja
wae??! Kenapa mesti teriak sih?” “Geu yeoja ga... Jinjja molla??” Tanya
rekannya memastikan. “Geurae! Karna itu aku bertanya padamu, dasar pabo!” Jitak
namja tersebut pada Gikwang yang merupakan rekannya. “Aish! Appo...” Komentar
Gikwang pada leadernya.
“ Geu
yeoja... Dia itu penyanyi pendatang baru, tapi suaranya luar biasa bukan? Aku
dengar ia datang dari luar negri... New york? Ah molla! Dia pertama bernyanyi
di acara Singer and Trainee bersama Wheesung. Neo jinjja molla?” tanya Gikwang
terheran heran. Namja tersebut menggeleng mantap. “Kenapa kau tau banyak
tentangnya?” “Jelas! Lagu heaven yang sedang ia nyanyikan itu, aku menjadi
cameo di MV nya. Hyung, jinjja... Yoseob saja tau..” Omel Gikwang pada
Hyungnya. “Memangnya aku harus tau semua jadwalmu? Yoseob saja yang terlalu
rajin ingin tahu..” Acuh namja tersebut lalu menatap layar lagi. “Yoon Doojoon
Hyung! Kau ini... terlalu sibuk dengan Gna noona!” Oceh gikwang lantas pergi
bersama Junhyung. Doojoon yang tadinya mau protes lantas membungkam habis
protesnya dalam hati.
Mata doojoon kembali terpaku pada TV
didinding, namun performance yeoja baru saja berakhir. ‘Aish! Kenapa aku tidak
bertanya namanya pada gikwang?’ sesal doojoon dalam hati. Tak lama kemudian
manager Beast kembali memanggil Doojoon agar bersiap siap pulang ke dorm. Joon
mengenakan jaket hitam casualnya untuk menutupi tubuh bagian atasnya yang hanya
berbalut kaos hijau. Cuaca diluar sedang tidak mendukung untuk mengenakan baju
tipis maupun pendek. Setelah yakin tidak ada yang tertinggal, ia memberi salam
pada staff dalam ruangan lalu pergi meninggalkan gedung tersebut.
@@@
“Ailee
ya...” Panggil seorang namja dari jauh. Ailee melihat sekilas namja tersebut.
Raut wajahnya terlihat bingung dan kaget. Lalu ia tersenyum kepada namja
tersebut yang ternyata sudah ada di depannya.
Namja tersebut lantas menyapa ailee
dengan berdadah ria. Senyumnya terulas tipis. Sudah lama ia ingin bertemu ailee
sejak kepergiannya ke kanada. Kini, ia bertemu dengan wanita yang ditunggunya.
“Ailee ya... kamu sekarang terkenal yah? Baru saja aku pulang dari Kanada,
namun suasana Incheon sudah dihias saja oleh suara merdumu itu..” Ucap namja
tersebut. Ailee yang mendengar tersebut hanya tersenyum. “Waeyo? Jangan bilang
kau melupakanku..” “Ah, mianhaeyo.... hampir saja aku melupakanmu. Namun,
tiba-tiba saja kau muncul dihadapanku...” Ujar Ailee sedikit emosi. “Eh?”
“Sedang apa disini? Joong Ki...”
@@@
“Sedang
apa disini? Joong Ki...” Suara yang tidak asing membuat langkah namja yang satu
ini terhenti. Dilihatnya pemilik suara ini. ‘Yeoja itu...’ Batinnya. Ia baru
saja ingin melangkahkan kakinya menuju pemilik suara ketika tiba-tiba niatnya
terhenti mendengar suara itu lagi.
“Mianhae...
Aku rasa aku tidak akan jatuh lagi dengan tipuanmu. Aku, lebih baik mati
daripada menerimamu lagi!” Ujar yeoja itu yang lantas berlari keluar gedung.
DEG!
Jantungnya berdetak cepat. Entah
kenapa ia merasa kasihan kepada yeoja itu. Ia kembali mengatur pandangannya
berusaha mencari pemilik suara yang tadi membuat langkahnya terhenti. Matanya
bertemu dengan yeoja itu. Yeoja itu berlari keluar gedung dengan high heelsnya.
*Doojoon’s
POV*
“apa
itu? Apa itu air mata? Ia.. menangis? Joong ki? Ada apa dengan dia dan Joong
ki?” ujarku dalam hati. Sumpah demi tuhan hatiku tidak bisa diam setelah
melihat ia menangis. Aku langsung mengejarnya keluar gedung. Mataku berusaha
mencari kemana perginya yeoja itu. Aish! Kalau saja aku tahu namanya, aku pasti
akan memanggilnya atau bertanya kemana perginya. Kini langkahku terhenti. Aku
melihatnya berjongkok di celah sempit diluar gedung. Aku berjalan pelan
mendekatinya.
“Chogiyo...”
kupanggil dia pelan. Ia masih menyembunyikan wajahnya di balik kaki dan
tangannya. Tangisnya semakin menjadi jadi. “Ya... Uljima~ jebal uljima~ “ aku
panik sekali. Seketika kulihat ia mengangkat sedikit wajahnya. Matanya sembab
karna menangis. Aku mendekatinya dan mengusap punggungnya pelan. “Uljima... kau
kelihatan jelek ketika menangis. Untung saja aku idol, kalau aku wartawan
mukamu sudah terpampang di internet sekarang... geureonnikka... uljimalja...
eo?” ucapku sambil menatap wajahnya.
Aku menatapnya lama sekali. Responnya
lambat sekali... apa dia marah? Apa candaanku tidak lucu ya? Eh? Dia mengangkat
mukanya lebih tinggi sehingga wajahnya terlihat dengan angle yang sempurna. Ia
menghapus air matanya dengan tisu. Ia tertawa ringan padaku dan...
DEG!
Cantik... wajahnya sungguh cantik. Senyumnya
begitu indah. Apa yang sedang terjadi? Kenapa jantungku berdebar cepat seperti
ini? Omo! Eotteokhe?
“Gomawo...”
*Author’s
POV*
“Gomawo...”
Ailee tersenyum lagi. Ia menatap laki-laki didepannya lalu mengajaknya
berkenalan. “Nan, Ailee-ya... Neo... nugu?” Tanya Ailee penasaran.
Doojoon
yang begitu terpana oleh senyuman Ailee, berusaha untuk segera menjawab namun
matanya tidak dapat berhenti menatap sudut bibir ailee yang tertarik ke
belakang. Jantungnya pun tidak dapat berhenti berdebar dengan kerasnya. Ia
berusaha menyembunyikan reaksinya namun ia tidak dapat melawan dadanya yang
seakan ingin pecah dan meneriakkan nama Ailee. Ia takut ailee mendengar suara
debaran jantungnya. Ia langsung pergi tanpa berpamitan dengan ailee. Beruntung,
mobil van yang selalu membawa anggota Beast telah terparkir didepan lobby. Ia
langsung naik di kursi paling belakang dan memilih duduk didekat jendela. Para
member yang sedang asik mengobrol dan membawa minuman hangatpun tidak menyadari
akan perubahan sikap leader mereka. Hari ini, Doojoon benar- benar harus
menjernihkan pikirannya dari bayang-bayang Ailee....
To Be
Continued....
Sabtu, 11 Februari 2012
Rabu, 11 Januari 2012
Musik dan manfaatnya
Musik adalah getaran yang memiliki irama dan nada yang teratur. Mungkin menurut teman-teman skalian music hanya hal biasa yang sering muncul di telinga kita. Music bukan merupakan sesuatu yang dahsyat dan akan mempengaruhi kehidupan kita. Namun.. tanpa kita sadar music juga mempunyai begitu banyak manfaat!
1. Sarana Pengatur Mood
Music telah menjadi teman setia kita. Ketika kita sedang lemah, kita mendengarkan music upbeat yang akan menggugah semangat kita. Begitu juga ketika kita sedang galau, kita mendengarkan lagu yang lebih lembut dan teratur sehingga kita merasa lebih nyaman dan sebagian beban kita hilang sejenak.
Mengapa demikian? Karena.. musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony. Andreas Christanday mengatakan
Contohnya, Dalam konser musik rock, tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas control membuktikan bahwa Beat sangat mempengaruhi tubuh.
Rumah sakit di luar negri banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya adalah bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Seperti jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menakutkan, yang membuat bulu kuduk kita berdiri.
Ludwig Van Beethoven mengatakan “Music is the mediator between the spiritual and the sensual life. “ yang artinya ‘Musik adalah mediator antara kehidupan spiritual dan sensual’
2. Mozzart efek / Sarana kecerdasan otak
Salah satu penelitian telah membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien).
Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Juga membuktikan bahwa musik klasik dapat membuat otak pada anak hingga usia 4 tahun, berkembang hingga 80 %.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan
3. Sarana Terapi / medis
Manfaat lain dari musik juga adalah sebagai salah satu sarana terapi. Sebuah Institut Musik dan Fungsi Neurologi di Amerika menemukan fakta bahwa jenis terapi musik sangat bermanfaat bagi para penderita alzheimer untuk tetap tenang dan membantu meningkatkan ingatan mereka.
Sebuah rumah sakit di Chicago menggunakan terapi musik untuk menenangkan orangtua yang gelisah atau jengkel akibat kenakalan yang dilakukan anak mereka.
Dan manfaat Musik yang terakhir adalaah..
4. Sarana komunikasi Global dan Motivasi
Sebuah acara penghargaan di Asia menjadikan “Music makes one” sebagai tema acaranya pada tahun 2011. Mereka mengatakan bahwa musiklah yang menjadikan mereka semua menjadi satu kesatuan. Walaupun berbeda Negara, bahasa dan budaya, namun dengan music yang begitu indah dan menarik dapat membuat seluruh dunia berkumpul menikmati dan bahu membahu menciptakan music yang semakin hari semakin bermacam-macam.
Sebagai bahasa universal, musik dapat menjadi pesan ke semua negara di dunia tanpa membatasi bahasa. Bahkan satelit luar angkasa yang dikirimkan ke luar angkasa juga membawa musik.
Namun ternyata, music tidak hanya berpengaruh pada manusia saja.
Seorang ahli Biofisika melakukan percobaan dengan meletakkan tumbuhan dengan jenis dan umur yang sama pada tempat berbeda. Salah satu diperdengarkan heavy rock dan pada tanaman yang lain diperdengarkan lagu lembut dengan irama yang teratur.
Beberapa hari kemudian tampak perbedaan yang sangat mencolok! Tanaman yang diperdengarkan heavy rock music ternyata layu dan mati. Sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Ini adalah bukti bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup tanpa kecuali.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Beethoven mengatakan
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan,
1. Sarana Pengatur Mood
Music telah menjadi teman setia kita. Ketika kita sedang lemah, kita mendengarkan music upbeat yang akan menggugah semangat kita. Begitu juga ketika kita sedang galau, kita mendengarkan lagu yang lebih lembut dan teratur sehingga kita merasa lebih nyaman dan sebagian beban kita hilang sejenak.
Mengapa demikian? Karena.. musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony. Andreas Christanday mengatakan
"
Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh"
Contohnya, Dalam konser musik rock, tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas control membuktikan bahwa Beat sangat mempengaruhi tubuh.
Rumah sakit di luar negri banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya adalah bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Seperti jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menakutkan, yang membuat bulu kuduk kita berdiri.
Ludwig Van Beethoven mengatakan “Music is the mediator between the spiritual and the sensual life. “ yang artinya ‘Musik adalah mediator antara kehidupan spiritual dan sensual’
2. Mozzart efek / Sarana kecerdasan otak
Salah satu penelitian telah membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien).
Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Juga membuktikan bahwa musik klasik dapat membuat otak pada anak hingga usia 4 tahun, berkembang hingga 80 %.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan
Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia.
3. Sarana Terapi / medis
Manfaat lain dari musik juga adalah sebagai salah satu sarana terapi. Sebuah Institut Musik dan Fungsi Neurologi di Amerika menemukan fakta bahwa jenis terapi musik sangat bermanfaat bagi para penderita alzheimer untuk tetap tenang dan membantu meningkatkan ingatan mereka.
Sebuah rumah sakit di Chicago menggunakan terapi musik untuk menenangkan orangtua yang gelisah atau jengkel akibat kenakalan yang dilakukan anak mereka.
Dan manfaat Musik yang terakhir adalaah..
4. Sarana komunikasi Global dan Motivasi
Sebuah acara penghargaan di Asia menjadikan “Music makes one” sebagai tema acaranya pada tahun 2011. Mereka mengatakan bahwa musiklah yang menjadikan mereka semua menjadi satu kesatuan. Walaupun berbeda Negara, bahasa dan budaya, namun dengan music yang begitu indah dan menarik dapat membuat seluruh dunia berkumpul menikmati dan bahu membahu menciptakan music yang semakin hari semakin bermacam-macam.
Sebagai bahasa universal, musik dapat menjadi pesan ke semua negara di dunia tanpa membatasi bahasa. Bahkan satelit luar angkasa yang dikirimkan ke luar angkasa juga membawa musik.
Namun ternyata, music tidak hanya berpengaruh pada manusia saja.
Seorang ahli Biofisika melakukan percobaan dengan meletakkan tumbuhan dengan jenis dan umur yang sama pada tempat berbeda. Salah satu diperdengarkan heavy rock dan pada tanaman yang lain diperdengarkan lagu lembut dengan irama yang teratur.
Beberapa hari kemudian tampak perbedaan yang sangat mencolok! Tanaman yang diperdengarkan heavy rock music ternyata layu dan mati. Sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Ini adalah bukti bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup tanpa kecuali.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Beethoven mengatakan
Seorang penyair besar adalah permata paling berharga suatu bangsa
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan,
Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi.
Selasa, 29 November 2011
Belajar Berenang
Karya : Revianto
IX A
Revi sedang belajar berenang. Tetapi Revi merasa takut. Baru dua hari Revi dan teman temannya belajar berenang. Pada saat itu Dio memanggil Revi untuk berenang “Rev, yuk! Sini kita berenang bareng”kata Dio. “Oke! Aku panggil teman-teman dulu ya!” jawab Revi.
Revi dengan mukanya yang ketakutan berenang. Waktu itu Revi tidak mau ikut tetapi Fadel memaksa. “Rev, ayo!! Sudah lama kita tidak berenang” Fadel memaksa. “Iya!!! Cowok kok ndak bisa berenang?” kata Mitra.
Revi pun segera mendekati kolam renang. Ia masuk ke kolam renang perlahan. “Ternyata tidak dalam” kata Revi
Ternyata saat itu Fadli juga ada di pinggir kolam karena tidak bisa berenang juga. “Fad, kau tidak bisa berenang juga?” Tanya Revi. “Hehee..” Fadli ketawa.
Pada saat itu Revi diketawain teman teman yang ada disana. Revipun berhenti berenang.”Udah yaa aku capek” kata Revi. Revi dan Fadli punlangsung pergi dari kolam renang. Revidan Fadli merasa malu Karena tidak bisa berenang.
IX A
Revi sedang belajar berenang. Tetapi Revi merasa takut. Baru dua hari Revi dan teman temannya belajar berenang. Pada saat itu Dio memanggil Revi untuk berenang “Rev, yuk! Sini kita berenang bareng”kata Dio. “Oke! Aku panggil teman-teman dulu ya!” jawab Revi.
Revi dengan mukanya yang ketakutan berenang. Waktu itu Revi tidak mau ikut tetapi Fadel memaksa. “Rev, ayo!! Sudah lama kita tidak berenang” Fadel memaksa. “Iya!!! Cowok kok ndak bisa berenang?” kata Mitra.
Revi pun segera mendekati kolam renang. Ia masuk ke kolam renang perlahan. “Ternyata tidak dalam” kata Revi
Ternyata saat itu Fadli juga ada di pinggir kolam karena tidak bisa berenang juga. “Fad, kau tidak bisa berenang juga?” Tanya Revi. “Hehee..” Fadli ketawa.
Pada saat itu Revi diketawain teman teman yang ada disana. Revipun berhenti berenang.”Udah yaa aku capek” kata Revi. Revi dan Fadli punlangsung pergi dari kolam renang. Revidan Fadli merasa malu Karena tidak bisa berenang.
Langganan:
Postingan (Atom)